Latest Post

Puisi Lintang Pukang 2

Written By Pentadbir on Sunday, August 5, 2012 | 10:47 PM

Imbau kenang muda-muda
masa mula-mula jatuh cinta
tulis surat panjang berjela
lebar sehasta panjang tiga ela
kejap sebut bulan kejap sebut purnama
kejap sebut mentari kejap sebut suria
kejap sebut demam kejap sebut selsema
kejap sebut berduka kejap sebut merana

bila siap aku lipat warkah konon carik dada
bucu tiga bucu lima kadang-kandang macam bunga
masuk sampul surat warna biru muda
letak sikit Amami atau "Baby Powder"
surat sampai tiga hari saja

Habis sekolah belajar menaip pula
pakai Remington atau Olympia
letak jam meja sebelah untuk sukat masa
dari dua jari sampai bergerak semua
dari patuk ayam sampai duapuloh lima kata-kata

kini,
bila mesej facebook aku buka
hantar hari ini sekejap dah dijawabnya
"Hari ini awak ada pergi mana-mana?"
Dia jawab "Sya x mna2. "
"Kenapa?"
Dia jawab "rodblk. xlesen. rtax ninggal dunia"

Aku senyum dan beri alasan sendiri
bukan kurang bahasa tapi kurang butang di papan kekunci

Adhoc Idea:
KetamGila MadCrab
04/08/2012 - 1:08pm
Facebook

Puisi Lintang Pukang

Bila susah-susah aku dudok sorang-sorang
mengenang dan mengerang
pada sakit yang mendatang
pagi atau petang
tak sempat berpantang berlarang
kerana sakit itu makin garang
meratah tulang belulang

Bila susah-susah aku jalan sorang-sorang
airmata berjurai bergenang-genang
tinggal-tinggalkan yang tersayang
kerana aku tak mahu susahkan orang
yang nanti akan mengenang dan mengerang
meratap pada nasibku yang malang.

nanti,
bila senang aku pulang
aku cerita lagi panjang-panjang
dari pagi sampai petang
supaya yang tersayang tertawa senang
walau sampai terbongkang atau terlentang
kerana ketika itu aku sudah senang
untuk bagi yang tersayang juga senang-lenang

semoga
pada satu petang
anda semua akan terkenang
pada insan ini yang lintang pukang
dan terus tersenyum tenang senang

adhoc idea:
KetamGila MadCrab
2/8/2012 - 12:38pm
Facebook

Koghieng Lautan

Written By Pentadbir on Tuesday, September 27, 2011 | 10:07 PM

Suka dengar lagu loghat Negeri Sembilan tetapi tidak faham maksudnya? Entah macam mana aku tergerak untuk memberikan komen ke atas lagu ini nyanyian Ally Noor dan Mastura. Walaupun melodinya diambil dari sebuah lagu lama (aku pun tak ingat nama lagu tu) tetapi lirik yang telah diubah ini menarik perhatian aku.


(P)
Apo dighonong pado bulan
hilang bilo timbul mentari
Apolah malang nasib den tuan
orang dicinto jauh diri

(P)
Apo guno tali dighontang
elok pinta dari diluruit
apolah guno meraso sayang
kalau topok tidak basambuit

(L)
Bukan abang tidak meghaso
bukan abang bapaling hati
takuit adik kan tasekso
ghaso lamo kok mananti

(L&P)
Ghamai orang ko Toluk Komang
Saling lupo Sori Menanti
Andai eh kito bajanji sayang
kogheng lautan kito nanti

Sukar memahaminya? Mari kita terjemahkan satu persatu:


(P)
Apa direnung pada bulan
hilang bila timbul matahari
Apalah malang nasibku tuan
orang dicinta jauh diri

(P)
Apa guna tali direntang
elok pintal dari dilurut
apalah guna merasa sayang
kalau tepok tidak bersambut

(L)
Bukan abang tidak merasa
bukan abang berubah hati
Takut adik kan terseksa
rasa lama kalau menanti

(L&P)
Ramai orang ke Teluk Kemang
Sering lupa Seri Menanti
Andainya kita berjanji sayang
kering lautan kita nanti

Sudah boleh memahami apa yang ingin disampaikan? hehehe

Tarian Yang Menyentuh Jiwa

Written By Pentadbir on Monday, April 11, 2011 | 10:32 PM

Sudah terlalu lama aku tidak menonton tarian yang memberi cerita dan makna sehinggalah aku menonton "So You Think You Can Dance" baru-baru ini.

Mungkin ada di antara anda yang tidak memahami. Oleh itu biarlah aku berikan sedikit sinopsis supaya anda dapat menghayatinya.

Tarian ini dipersembahkan dalam tiga segmen:

Segmen 1: Mengisahkan seorang ibu yang mengidap penyakit barah payudara yang semakin putus harapan. Semangatnya untuk terus hidup disemarakkan oleh anak lelakinya. Dalam kepayahan menanggung beban si ibu, si anak ingin sekali melempar jauh-jauh penyakit tersebut.

Segmen 2: Sorotan kembali kepada hari-hari bahagia mereka. Ini dipersembahkan dengan irama dan geraktari yang pantas dan riang.

Segmen 3: Membayangkan kesakitan yang semakin parah namun si anak setia bersama membantu untuk meneruskan kehidupan si ibu walau dalam keadaan dipapah.

Catitan:
Tarian ini direka oleh seorang kereografer muda untuk ibunya yang juga seorang pesakit barah payudara. HEBAT!

Puisi - Senja Di Masa Lalu

Written By Pentadbir on Tuesday, June 15, 2010 | 6:49 PM

I,
  • Senja itu,
  • terukir pertemuan
  • dari sapa ramah mesra malu
  • tanpa perjanjian
  • tanpa perancangan
  • tanpa permintaan.
  • Menyusul ucapbicara bercanda
  • gurau renungan
  • sentuhan hati
  • mengisi kesunyian
  • kesepian
  • kekosongan
  • Menyusul perjalanan
  • tanpa tujuan
  • tanpa perhitungan
  • mengejar masa berlalu
II
  • Senja itu,
  • terpinga-pinga rajawali
  • mencari perhentian tanpa rela
  • dan sekuntum mawar merah
  • menghiasi suasana
  • memenuhi citarasa
  • kembang semerbak harum
  • Berdosakah insan ini
  • menghiris sekeping janji?
  • Dan
  • persoalan di persimpangan
  • bukan bukti ketidaksetiaan
  • bukan pasti kecurangan
  • tetapi
  • kejujurankah?
III
  • Senja itu,
  • ada alunan mendayu
  • bergema di kesepian waktu
  • terdampar dalam pencarian
  • terkapar tanpa pengertian
  • Dan
  • bersuara camar
  • gelombang menyusul pantai
  • namun
  • teguhkah penantian ini?
  • Tiada kepastian.
  • Siapa akan terluka?
  • Aku?
  • Dia?
  • Atau dia?
IV
  • Senja itu
  • pertemuan dimamah masa
  • dan
  • berlalu tanpa ucapbicara.
Oleh:
K. G. Zan
Shah Alam

Puisi: Takhta Kasih

Written By Pentadbir on Tuesday, June 1, 2010 | 3:23 AM


Di persada ini
bertakhta sekuntum senyuman
menghiris luka sebuah kehampaan.

Dan,
berlalu sebuah kenangan
dibawa debu
di remang kota.

Dan,
bermula sebuah pencarian
dengan tekad
dengan kehinaan.

Di persada ini
kutakhtakan sebuah harapan
dari kehancuran

Oleh:
K.G. Zan
Shah Alam

Puisi - Balada Untuk Bidadari

Written By Pentadbir on Wednesday, May 19, 2010 | 5:03 PM



Kehadiranmu
di sebalik tirai kedukaan
hanya dengan manjatawa
hanya dengan gurausenda

Lalu
denyut-denyut yang tinggal sisa
menjadi gendang perang
langkah-langkah yang telah longlai
menghentak membekas jejak perwira

Siapakah engkau
yang kucari dari sebalik awan
yang kudamba dari puncak gunung?
Bidadarikah?
Pari-parikah?
atau
seperti aku insan yang pasrah?

Dan
aku terpinga-pinga
di celah pusara yang tersusun
menilik persemadian kekal
bersama
secari harapan yang tertinggal

Berdosakah aku
melalaikan sekeping janji
alpa pada sebuah pengharapan
sedangkan
aku kedaifan

Berdosakah aku
bersama tangis sendu seorang perawan
bersama luluh hancur sebuah harapan
sedangkan
aku tidak berdaya

Berdosakah aku?

K. G. Zan Shah Alam, Selangor

Rihanna - Hatin' On The Club

Written By Pentadbir on Tuesday, May 18, 2010 | 10:25 PM

Video Clip Rihanna - Hatin' On The Club
Now this will be the last time you did me wrong
No more laying up in your arms
No calling, saying you want me back
I’m packing my bags, what you think about that?

Stayed at home like a good girl do
But tonight baby you got me sad and blue
I just heard about the girl in your car now, kissing at the bar
Got me crying

Oh, you got me hatin’ on the club
‘Cause you took my love
Oh you took my love
Now you got me like whoahhh
You got me hatin’ on the club
‘Cause you took my love
Why’d you have to take my love
Whoahh

And you can be mad at me all you want
I ain’t coming in, I’ll be waiting out front
Coming out the door with your girlfriend
You did me wrong boy tell me where our love is

Stayed at home like a good girl do
But tonight baby you got me sad and blue
I just heard about the girl in your car now, kissing at the bar
Got me crying

Oh, you got me hatin’ on the club
‘Cause you took my love
Oh you took my love
Now you got me like whoahhh
You got me hatin’ on the club
‘Cause you took my love
Why’d you have to take my love
Whoahh

Now this is the sound of a broken heart
There’s only one reason why we’re apart
She never woulda made it to your car
If it wasn’t for the club, I’d still have my love
We would still have us
I’d still have my love
We would still have us
But now we’re like whoah

Oh, you got me hatin’ on the club
‘Cause you took my love
Oh you took my love
But now, now we’re like whoah
You got me hatin’ on the club
You took my love
Oh you took my love

Cindai - Siti Nurhaliza


Klip Video - Cindai - Siti Nurhaliza

Cindailah mana tidak berkias
Jalinnya lalu rentah beribu
Bagailah mana hendak berhias
Cerminku retak seribu

Mendendam unggas liar di hutan
Jalan yang tinggal jangan berliku
Tilamku emas cadarnya intan
Berbantal lengan tidurku

Hias cempaka kenanga tepian
Mekarnya kuntum nak idam kumbang
Puas ku jaga si bunga impian
Gugurnya sebelum berkembang

Hendaklah hendak hendak ku rasa
Puncaknya gunung hendak ditawan
Tidaklah tidak tidak ku daya
Tingginya tidak terlawan

Janganlah jangan jangan ku hiba
Derita hati jangan dikenang
Bukanlah bukan bukan ku pinta
Merajuk bukan berpanjangan

Akar beringin tidak berbatas
Cuma bersilang paut di tepi
Bidukku lilin layarnya kertas
Seberang laut berapi

Gurindam lagu bergema takbir
Tiung bernyanyi pohonan jati
Bertanam tebu di pinggir bibir
Rebung berduri di hati

Laman memutih pawana menerpa
Langit membiru awan bertali
Bukan dirintih pada siapa
Menunggu sinarkan kembali

Puisi - Suara Siapakah Di Talian Kaku


Tetapi suara itu
masih sudi bergema di titian waktu
melampiaskan pendambaan semusim
dan mengisi sisa-sisa usia

Jadilah aku peragu
dan penantian yang sering menyiksa-nyiksa
dan hujung sebuah kehidupan yang terbiar
terlalu hampir kini.
Jadilah aku seorang pemberang
pada beburung yang berkicauan
mengganggu sepi kesyahduan
pada dedaunan yang melambai
membatasi tenang pandangan

Jadilah aku seorang pelarian
dari penantian sebuah kematian
dari perjalanan ke arah persemadian
yang sering dinujumtilikan

Tetapi suara itu
masih sudi menyapaku.

Oleh: K. G. Zan

Puisi - Benci Yang Berlalu


Di sini
kususuli kembali
jejak-jejak yang tertinggal
oleh kebencianmu

Dan
memancar satu pengharapan
pada satu pertemuan
yang mungkir

Dan
kebencianku
kian menepi
oleh kerinduan

Oleh: K.G. Zan
Chow Kit Road, KL